Woke up this morning and realized: this is the last day I am in
Thailand.
“This is the end, huh?” I said to myself.
As everybody else who got himself in the very near the end of
everything,
I remembered things that happened to me.
I met people from around the world and learned varieties of culture.
England, Finland, Canada, Japan, Kenya, Germany, Thailand,
Myanmar, and Pakistan.
But of them all, my heart is missing people from Pakistan the
most.
Of course I will miss everybody around here. But I do feel
something special towards these Pakistanis.
They are Braji, Panji, Jenny, Pate and Naveed. They are all really
kind.
They welcomed me with a warm heart. I love them like my family.
Even though it was kinda hard for me to talk to Braji and Panji
because they're still learning (or maybe they're just shy, Idk.), I love
them, they are all have a very big heart to welcome stranger like me
as someone really special. And they are special to me as well. O I miss them
already!
It is hard to describe something that you can't touch or see,
but in most cases, those are things that have more value than the
tangible things.
I feel love in them. I like this family.
Because of this family, I see that it is possible for my family to
be closer than before.
I think it would be nice if we throw ourselves as a family into
God's hand,
so He would make our hearts be filled with joy and love.
“If you seek God in everything, you will see that your will get
more than the ones who don't.
You will get love.”said Naveed. Wow, It is the very true!
Sometimes we see that other people which are out of God's hand seem really prosper,
while we are desperate in this life. But in the end, we will realize that God always has a better plan,
He filled our life with quests that set our feet to know Him better each day,
and that is worth more than every diamond in this world!
I love these Pakistanis, and I love God that kindly brought them into my
life, even for a short time.
Thanks God, You are really fascinating! :)
***
Can I be of help, readers? I am Gabriella Marpaung. This blog however, is about my daily life and what I think about it. Make yourself comfortable here, ladies and gentleman. Read something.
Monday, 23 December 2013
Saturday, 14 December 2013
Pelajaran Dari Koyo Cabe
Hari ini saya akan
bercerita betapa Tuhan itu Maha Ada. Ada di dalam segala aspek kehidupan kita.
Tuhan itu ajaib, karena Ia dapat berkata-kata melalui orang-orang, melalui
kejadian hidup kita, ataupun melalui firman-Nya dalam alkitab.
Materi KTB (Kelompok
Tumbuh Bersama) saya hari ini berkisar tentang Jaminan Bimbingan Tuhan, tentang
bagaimana Tuhan dapat menuntun kita melalui hal-hal seperti berikut:
- Firman TuhanMazmur 119:105
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku,
terang bagi jalanku.Melalui prinsip tertentu yang kita dapatkan pada saat kita membaca satu bagian Alkitab. Bagian yang kita baca itu memberi kesan yang kuat dalam hati kita. - Roh Kudus
1 Korintus 2:12
Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu , apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.Kisah Para Rasul 13:2-3
Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa , berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi .
Roh Kudus bisa bekerja dengan memberi kesan yang kuat/dorongan yang kuat dalam hati kita. Juga melalui orang lain yang berbicara kepada kita (saat khotbah, renungan, dan sebagainya). - Nasihat orang lain
Amsal 11:14
Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa,
tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.
Orang yang lebih rohani dan yang pernah mengalami bimbingan Tuhan serta mengerti kita, bisa dipakai Tuhan untuk menyatakan bimbingan-Nya.
Saya ingat sekali pernah suatu kali saya terjebak dalam kecelakaan
kendaraan. Ada motor sembarangan nyelip dan akhirnya menabrak mobil yang sedang
saya kendarai. Pada saat saya sudah berhadapan dengan si ibu pengendara motor
tersebut, terlintas dalam kepala saya satu ayat dari amsal:
Amsal 15: 1
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman,
tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
Tapi saya gagal menuruti firman Tuhan itu, saya mulailah "percakapan" itu dengan:
"Eh, hati-hati dong kalo bawa motor!"
akhirnya saya jadi adu mulut dengan
si ibu itu. Kacau.
Hal tersebut tidak akan pernah terulang lagi. Roh Kudus yang
telah melintaskan ayat tersebut di kepala saya, dengan sengaja saya abaikan.
Dan saya malu akan hal tersebut. Ga lagi-lagi deh.
Pengalaman yang kedua terjadi beberapa minggu yang lalu. Ceritanya leher
saya keseleo gara-gara stretching sambil nguap lebar-lebar. Asli leher saya ga
bisa ngeliat ke arah kiri, trus kalo naik kapo (minibus ala Bangkok) harus pintar-pintar nyari
tempat, supaya bisa noleh ke kanan dan tahu bisa turun dimana. Terus, saya
tempelin leher kiri saya pake koyo.
Suatu hari, habis bible reading, terus
berdoa, saya mau mandi, dan sekalian saya coba lepasin koyonya. Dan itu susah
banget! Bayangkan saja, selama 2 hari itu koyo ada di leher saya dan sudah
betapa kuatnya lem koyo itu nempel di kulit saya.
Pelan-pelan saya tarik ujung koyonya... Sreek... Awww... Tuh air mata udah
ngintip di ujung jendala mata, koyonya baru kecabut dikit. Saya sampe tarik
napas dulu, baru lanjut lagi. Sreek... Astaga sakitnya... Aduh... Ketika saya
sedang ber-aduh-ria, tiba-tiba dalam hati saya ada yang berkata: “Seperti
inilah Aku akan mencabut dosamu.” Sontak saya bilang: “Iya Tuhan... hiks...”
Tuhan itu ajaib. Koyo aja bisa dijadiin alat pembimbing umat-Nya. Dan emang "koyo"nya Tuhan itu mengena banget, karena tema doa saya pada waktu itu bisa dirangkum dalam satu pertanyaan:
"Tuhan, kok dosa saya itu-itu aja ya, Tuhan? Wong ya ganti toh.. Kapan saya bisa lepas?"
Dan Tuhan berikan jawaban pada saya melalui koyo tersebut, Tuhan akan bantu saya melepaskan dosa itu, walaupun itu pedas, sakit, pelan dan sampai saya harus mengeluarkan air mata.
Roh Allah
sungguh bekerja dalam kehidupan orang-orang yang peka terhadap suara Tuhan.
Kita bisa minta kepekaan pada Tuhan untuk mendengar suara-Nya. Ayo, jangan
segan-segan datang kepada Allah. Pada-Nya ada banyak karunia yang bisa kita dapatkan.
Sekian.***
Subscribe to:
Posts (Atom)
